7 TIPS MEMILIH TERAPI AURA

Penulis: Penulis tanpa daftar / Diterbitkan: 29 April 2009 / Tidak ada komentar / 753 views

Saat ini terapi aura telah menjadi bagian gaya hidup orang-orang yang ingin sukses di segala bidang. Ada banyak pihak menawarkan terapi aura. Macam-macam istilah yang dipakai, ada yang menyebut buka aura, bedah aura, pembangkitan aura ghoib, ruwatan, ruqyah, dll. Ada yang terkesan sangat modern, ada pula yang sengaja mengarahkan terapi aura sebagai hal ghaib yang amat sangat mistis. Mungkin anda jadi bingung untuk memilih mana yang baik dan benar.

Sebagai pedoman, berikut beberapa poin yang perlu anda pahami dan perhatikan agar dapat memilih terapi aura yang tepat:

Mengatasi pertengkaran anak

Penulis: Penulis tanpa daftar / Diterbitkan: 27 April 2009 / Tidak ada komentar / 486 views

Mengatasi pertengkaran anak

Wajar, kakak-adik bertengkar. Baru didamaikan, eh, sebentar kemudian sudah “ramai” lagi. Anda tak dapat menghindarkannya. Tapi, mengapa mereka bertengkar? Bagaimana mengatasinya? “Enggak boleh! Ini punyaku!” teriak si kakak sambil merebut kembali mobil-mobilan yang diambil adiknya. Tapi si adik tak mau kalah. Ia balik merebut mobil-mobilan itu. Jadilah mereka saling rebut sambil berteriak-teriak. Si kakak yang jengkel, akhirnya memukul sang adik. Menangislah ia.

Kali lain, si kakak yang bikin gara-gara. Adiknya yang sedang asyik bermain sendirian, tiba-tiba dijahili. Entah bonekanya diambil, ikat rambutnya dilepas, atau hanya sekadar diledek. Si adik yang merasa terusik, lantas marah, berteriak-teriak. Si kakak bukannya berhenti “menggoda” sang adik, malah makin senang. Ia baru berhenti setelah si adik menangis atau ibu “turun tangan”.

Menjual Ide

Penulis: ideva / Diterbitkan: 26 April 2009 / 3 komentar / 537 views

Dalam kehidupan ini Anda pasti menemui banyak orang dari berbagai karakter dan tingkah laku yang berbeda-beda. Setiap orang mempunyai karakter tersendiri dan kita harus beradaptasi untuk dapat melakukan kerjasama dengan orang-orang tersebut. Orang-orang itu mungkin berpikiran sama dengan kita, mereka juga harus mempelajari karakter kita agar bisa melakukan kerja sama dengan kita. Pada awal pertemuan, kita mungkin masih menutup diri dan belum memperlihatkan siapakah jati diri kita sebenarnya. Tetapi Anda boleh yakin pada pertemuan ketiga dan seterusnya Anda sudah dapat menentukan siapakah calon rekan kerja Anda tersebut.

Sukses Di Bisnis Online / MLM ??

Penulis: windhu P / Diterbitkan: 25 April 2009 / 5 komentar / 551 views

Bisnis Online
Untuk hal yang satu ini telah menjadi bahan perdebatan banyak orang ,terutama yg aktif di dunia maya , yg menjadi dasar pemikirannya adalah apakah memang benar dunia maya bisa menghasilkan uang seperti yg telah disebut atau digembar-gemborkan banyak orang di luar sana.Tidak sedikit program-program investasi yg ujung-ujungnya merupakan penipuan, alias SCAM , tidak membayar membernya setelah mereka(pengelola) mendapatkan uang pendaftaran dalam jumlah yang besar

Kata Siapa Buat Blog Gampang?..

Penulis: blogger goblog / Diterbitkan: 25 April 2009 / 11 komentar / 529 views

Ketika kita sering baca tentang cara buat Blog baik lewat buku, majalah atau Blog sering muncul kalimat “membuat blog itu mudah, anda tak harus mahir program html, css,php atau script lah”. Ach,..itu kahan bohong Mudah bagi mereka yang mengatakan). Kalimat tersebut hanya sebagai pemberi semangat saja. Seandainya saja anda yang ingin mempunyai blog tanpa mengerti pemrograman anda pasti mengalami kesusahan alias buat blog itu tidak gampang. Istilah gampang itu bagi orang yang sudah mahir buat blog.

Hama Pada Tanaman Hias

Penulis: emirgarden / Diterbitkan: 24 April 2009 / Tidak ada komentar / 1,513 views

Coba bayangkan betapa sedihnya hati kita, kalau tiba-tiba melihat tanaman hias kesayangan kita menjadi rusak, robek, compang camping, lemas, layu atau bahkan mati akibat serangan hama. Belum lagi kerugian material yang harus kita tanggung. Bayangkan betapa menderitanya hati kita kalau anthurium atau aglaonema yang bernilai jutaan rupiah tiba-tiba menjadi rusak dan mati.

Untuk itu, mengenal, mencegah atau menanggulangi serangan hama wajib diketahui secara dini. Berikut ini beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman hias beserta cara penangulangannya.

1. Kutu Putih (Mealy Bugs)

Honda Vario dan Yamaha Mio Wujud Kemenangan buat Obama

Penulis: faisal / Diterbitkan: 24 April 2009 / Tidak ada komentar / 589 views

.fullpost{display:inline;} .fullpost{display:inline;}

Kehebatan Barrack Obama menjadi orang kulit hitam pertama menjadi Presiden Amerika telah mengundang kagum Edy Djunarko dan Wigiantoro. Sampai-sampai kekaguman warga Surabaya dan Semarang terhadap orang nomor satu di negeri Paman Sam yang pernah tinggal di Menteng (Indonesia) itu diwujudkan pada hasil modifikasi di motor mereka masing-masing.

Tahu, dong aliran modif-nya. Honda Vario 2007 milik Edy Djunarko dan Yamaha Mio Sooul 2007 punya Wigiantoro, sama-sama menganut low rider. Trus, warna motor, tidak dikelir hitam, tapi diberi motif bendera Amrik. Bedanya, yang satu dengan warna dasar biru, satunya lagi oranye.

Laut Dalam Budaya Suku Bajo

Penulis: weeko / Diterbitkan: 23 April 2009 / Tidak ada komentar / 681 views

Praktik pengeboman, penyuntikan sianida dan penggunaan alat tangkap merusak merupakan gejala umum yang masih marak dilakukan oleh masyarakat nelayan Indonesia. Anggapan bahwa laut adalah sumber mata pencaharian yang tak pernah ada habisnya menjadikan praktik eksploitasi secara berlebihan dan destruktif dianggap sebagai sesuatu yang wajar.Padahal aktivitas tersebut lambat laun akan semakin menghilangkan sumber mata pencaharian mereka. Pengeboman dan penggunaan racun akan merusak ekosistem terumbu karang sebagai tempat berkembang biaknya ikan dan biota laut lainnya. Semakin rusak terumbu karang di suatu kawasan laut maka akan semakin sedikit ikan yang bisa ditangkap.
Lalu bagaimana konsep tata ruang dan konservasi laut dalam kacamata budaya Suku Bajo ?. Sebagai suku pelaut, kehidupan orang-orang Bajo seperti tenggelam dalam ketangguhan suku-suku lainnya di Sulawesi. Sejarah memang lebih banyak mencatat keunggulan Suku Bugis, Suku Makassar, dan Suku Mandar dalam urusan mengarungi lautan lepas. Namun demikian ada suatu kearifan lokal dari masyarakat Bajo yang perlu kita cermati sebagai bentuk konsep konservasi sumber daya laut
Bagi masyarakat Bajo, laut dan keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya merupakan sumber kehidupan. Wajar jika selanjutnya mereka menggantungkan hampir seratus persen sumber mata pencahariannya dari hasil laut. Ketergantungan mereka terhadap laut pun tercermin dalam pembagian hierarki kelompok sosial masyarakatnya.
Dalam kehidupannya, mereka mengenal empat kelompok masyarakat yang dibagi menurut kebiasaannya mencari ikan di laut. Kelompok-kelompok tersebut antara lain Lilibu (yang melaut satu hingga dua hari), Papongka (melaut satu hingga dua minggu), Sakai (melaut satu hingga dua bulan), dan Lame (yang melaut hingga berbulan-bulan). Secara garis besar, Suku Bajo lebih banyak menghabiskan hidupnya dengan mendiami perahu-perahu yang mereka disain sebagai tempat bermukim. Mereka menyebutnya Palemana atau rumah perahu. Tak salah jika selanjutnya suku ini digolongkan sebagai Orang-orang Perahu.
Sebagai suku pelaut yang sering berpindah-pindah tempat mereka juga dikenal sebagai kaum imigran. Karena itu keberadaan masyarakat Bajo tersebar tidak hanya di Sulawesi, tempat asalnya. Mereka bisa ditemui di Flores, Sumbawa, sebagian Papua, hingga Kepulauan Riau. Di tempat barunya mereka akan mendiami tepian-tepian pantai dengan membangun rumah-rumah panggung dari bambu yang beratap rumbia.
Kearifan lokal yang dimiliki Masyarakat Bajo pada masa lalu adalah dalam hal pengaturan waktu untuk melakukan aktivitas di laut. Pengaturan tersebut mereka bagi secara berbeda-beda menurut jenis-jenis biota lautnya. Misal, waktu pengambilan teripang dan kerang-kerangan biasanya mereka lakukan hanya pada bulan tujuh dan delapan setiap tahunnya, menangkap ikan mereka lakukan hanya pada bulan sebelas dan dua belas, dan empat bulan yang tersisa mereka gunakan untuk menangkap jenis biota laut lainnya. Praktik seperti ini tentu saja memberi peluang lebih banyak bagi sumber daya hayati laut untuk berkembang biak dan pada gilirannya akan menjamin hasil tangkapan nelayannya meskipun hanya dengan menggunakan alat sederhana seperti pancing dan tombak.
Namun kearifan tersebut kini rupanya sudah mulai terkikis seiring perubahan zaman. Pengaruh budaya masyarakat yang datang dari luar komunitas Suku Bajo dengan berbagai jenis alat tangkap dan teknologi yang lebih modern telah memicu persaingan sengit. Suku Bajo tak lagi bisa bertahan hanya dengan mengandalkan alat-alat tangkap mereka yang sederhana. Mereka yang masih bertahan dengan mempraktikkan kearifan adat masa lalunya tentu akan semakin terpinggirkan. Untuk bertahan, pola penangkapan destruktif pun akhirnya mulai marak dilakukan.
Solusi yang bisa diberikan adalah dengan memperhatikan keberadaan Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2007 mengenai pengelolaan wilayah pesisir. Dalam UU tersebut sudah dijelaskan keberpihakan pemerintah pada masyarakat adat dengan memberikan mereka Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3). Hanya saja persyaratan untuk mengajukan HP3 yang diberlakukan masih terasa terlalu memberatkan. Pemerintah mengharuskan masyarakat adat untuk mengajukan dokumen/data yang dapat dijadikan sebagai bukti kebenaran asal-usul berdasarkan ginelogis, norma adat yang masih berlaku, dan kawasan pesisir yang telah mereka kelola secara turun temurun, juga pranata hukum dan kelembagaan adat yang masih diakui.
Sebelum memberlakukan semua persyaratan tersebut, ada baiknya jika pemerintah juga memberikan pendampingan selama mereka mendokumentasikan berbagai syarat yang diminta. Jika tidak aturan tersebut hanya akan membuat masyarakat adat, seperti Suku Bajo, semakin termarginalkan.
Selain itu, kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat adat juga sudah sepatutnya dilibatkan dalam upaya penataan ruang dan konservasi sumber daya laut. Sehingga upaya konservasi untuk pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan akan bisa terlaksana dengan baik.
***********